Home » Visi Paroki St.Ignatius

Visi Paroki St.Ignatius

Persekutuan Umat Basis yang berpusat pada Ekaristi, bersikap terbuka dan inklusif, bersifat mandiri, misioner, berdaya tahan dan berdaya pikat untuk mewujudkan habitus baru.

Umat Basis adalah unit umat Allah yang terkecil yang berada di seantero paroki St. Ignatius, baik secara teritorial yang terdiri dari 8 wilayah dengan 27 lingkungan, maupun secara kategorial atau fungsional yang tumbuh dan aktif di paroki.

Persekutuan diarahkan pada usaha pemberdayaan keluarga sebagai persekutuan umat beriman atau Gereja Rumah Tangga; dan memberdayakan umat basis dalam fungsinya di tengah masyarakat sebagai garam dan terang dunia, sekaligus sebagai warga masyarakat dan bangsa.

Persekutuan iman mempunyai ciri-ciri:

  • Bersatu dalam Yesus Kristus: dilaksanakan secara sakramental dalam perayaan Ekaristi dan secara sosial salam persaudaraan sejati.
  • Satu iman, satu visi, satu cita-cita/harapan.
  • Satu perutusan/misi
  • Satu kekuatan yang didukung oleh berbagai kharisma
  • Satu persekutuan yang kaya akan bermacam-macam kerasulan
  • Satu umat Allah yang terdiri dari berbagai kelompok yang terbuka [community of the communities]

Berpusat Pada Ekaristi

Ekaristi merupakan pusat kehidupan umat basis sekaligus kekuatan untuk tumbuh dalam nilai-nilai kristiani yang menyelamatkan, berkembang oleh Sabda dan Sakramen serta disuburkan oleh pelayanan kasih.

Bersikap Terbuka Dan Inklusif

Berziarah bersama dalam dialog maupun kerjasama dengan kelompok umat beragama lain terutama umat Islam yang di beberapa lingkungan cukup ekstrim dan kepercayaan lain menuju pemenuhan sejarah keselamatan, yaitu menegakkan nilai-nilai universal. Menyerap nilai-nilai budaya dan aspirasi positif masyarakat.

Mandiri

Penuh daya dan kemampuan untuk menyikapi dan menanggapi tantangan zaman dalam kesatuan iman. Aktif dan dinamis serta berani mempertanggungjawabkan imannya dan mewujudkan imannya dalam kehidupan yang tetap rendah hati.

Misioner

Merasa bermakna sejauh berfungsi bagi sesama, masyarakat dan dunia; terus-menerus mencari jalan mewartakan Kerajaan Allah dan mewujudkan nilai-nilai injil; membangun tatanan hidup yang lebih baik melalui penyempurnaan dan perbaikan kualitas hidup dan tatanan hidup bermasyarakat; dapat dipercaya dan diandalkan.

Berdaya Tahan

Tangguh dalam iman dan mampu mengatasi berbagai rintangan, tidak mudah tergerus oleh arus zaman, tetapi tiada henti menanamkan nilai-nilai luhur  sebagai daya dalam pertahanan menata habitus baru.

Berdaya Pikat

Kualitas hidup beriman yang dapat dimengerti dan dicontoh masyarakat, menarik minat dan mampu mengembangkan iman sekitarnya.

Habitus Baru Bangsa

Keadaban baru yang menjunjung tinggi nilai-nilai dasar manusiawi, moral dan budaya yang disemai dan ditumbuhi terus-menerus sebagai sebuah kebiasaan, cara hidup, cara merasa, cara berpikir, cara melihat, cara memahami, cara mendekati, cara bertindak dan cara berelasi seseorang ataupun kelompok. Melahirkan habitus yang baru berarti membawa kehidupan bermasyarakat yang sungguh memperhatikan kebersamaan.

Share

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.