<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Paroki St. Ignatius</title>
	<atom:link href="http://paroki-stignatius.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paroki-stignatius.org</link>
	<description>Peziarahan Umat Paroki St. Ignatius, KAJ</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 17:34:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>SURAT GEMBALA MENYAMBUT TAHUN EKARISTI 2012</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2011/11/surat-gembala-menyambut-tahun-ekaristi-2012/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2011/11/surat-gembala-menyambut-tahun-ekaristi-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 17:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Para Ibu dan Bapak, Para Suster, Bruder, Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
1.    Pada hari Minggu yang lalu, kita merayakan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Perayaan itu menutup satu lingkaran tahun liturgi. Dengan merayakan pesta liturgi itu kita mengungkapkan kepastian iman kita bahwa Allah yang telah memulai karya-Nya, akan menyempurnakan juga pada waktunya. Keyakinan iman inilah yang oleh Rasul Paulus dinyatakan dengan kata-kata ini, “Kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/11/Logo-Tahun-Ekaristi-2012-KAJ.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-707" title="Logo-Tahun-Ekaristi-2012-KAJ" src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/11/Logo-Tahun-Ekaristi-2012-KAJ.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Para Ibu dan Bapak, Para Suster, Bruder, Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,</p>
<p>1.    Pada hari Minggu yang lalu, kita merayakan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Perayaan itu menutup satu lingkaran tahun liturgi. Dengan merayakan pesta liturgi itu kita mengungkapkan kepastian iman kita bahwa Allah yang telah memulai karya-Nya, akan menyempurnakan juga pada waktunya. Keyakinan iman inilah yang oleh Rasul Paulus dinyatakan dengan kata-kata ini, “Kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua” (1 Kor 15:28).<br />
<span id="more-706"></span><br />
2.    Hari ini kita memulai satu lingkaran liturgi yang baru dengan Minggu Adven I, yang pada tahun berikutnya juga akan ditutup dengan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Masa Adven dalam arti sempit mengundang kita untuk menyiapkan keadatangan Yesus yang akan kita rayakan pada Hari Natal. Dalam arti luas, Adven juga mengajak kita untuk memperkokoh harapan kita bahwa pada waktunya Tuhan akan datang menyempurnakan karya penyelamatan yang telah dimulai-Nya. Selama masa penantian dan pengharapan itu,menurut kata-kata Rasul Paulus yang kita dengarkan pada hari ini, “Allah juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus” (1 Kor 1:8). Begitulah dinamika iman dan harapan kita yang kita ungkapkan dalam lingkaran-lingkaran tahun liturgi. Dengan menempatkan diri kita ke dalam dinamika liturgi itu, karya penyelamatan Allah akan semakin kita alami: iman kita menjadi semakin dalam, harapan kita semakin kokoh dan kasih kita semakin menyala.</p>
<p>3.    Sabda Tuhan yang diwartakan pada hari ini mengajak kita untuk selalu berjaga-jaga (Mrk.13:33.34.35.37) menantikan kedatangan Tuhan itu. Pertanyaannya adalah, dengan cara apa kita berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan? Jawabannya ada bermacam-macam. Salah satu jawaban diberikan dengan membiarkan diri kita – baik secara pribadi, keluarga, komunitas, paroki maupun keuskupan – dibentuk oleh Tuhan, karena kita semua adalah buatan tangan Tuhan (bdk. Yes 63:8).  Dalam rangka membiarkan diri kita bersama-sama dibentuk oleh Tuhan itulah Keuskupan Agung Jakarta menetapkanArah Dasar Pastoral dan setiap tahun menawarkan tema-tema pendalaman iman. Kalau bahan-bahan itu kita renungkan dan kita batinkan, kita boleh beharap hidup pribadi kita, keluarga,  komunitas, paroki dan hidup kita bersama sebagai warga Keuskupan Agung Jakarta akan terus menerus diperbarui dan dibentuk menjadi semakin serupa dengan yesus Kristus, semakin sehati sepikir dan seperasaan dengan-Nya (bdk. Flp 2:5).</p>
<p>4.    Dalam rangka berusaha membiarkan diri kita dibentuk oleh Allah inilah, Keuskupan Agung Jakarta menetapkan Tahun 2012 sebagai Tahun Ekaristi dengan tema“Dipersatukan, Diteguhkan, Diutus”. Tema ini dipilih dengan berbagai pertimbangan. Antara lain kita ingin menempatkan diri kita dalam arus rohani Gereja se-dunia, yang pada tanggal 10-17 Juni 2012 yang akan datang mengadakan Kongres Ekaristi ke-50 di Dublin. Adapun tema yang diangkat adalah: “Ekaristi: Bersatu dengan Kristus, Bersatu di antara kita”. Selanjutnya tema Tahun Ekaristi Keuskupan Agung Jakarta ini melanjutkantema yang sudah kita dalami selama tahun 2011 yaitu “Mari Berbagi”. Dengan demikian kita berharap agar kerelaan kita berbagi tidak hanya didorong oleh motivasi kemanusiaan, melainkan kita landaskan pada iman yang kokoh. Dengan menerima roti Ekaristi yang diambil, diberkati, dipecah-pecah dan dibagi-bagikan, kita berharap juga dapat menjadi roti Ekaristi: seperti halnya roti Ekaristi, kita adalah pribadi-pribadi yang dipilih dan diberkati Tuhan, agar siap dipecah-pecah dan dibagi-bagikan bagi dunia.</p>
<p>5.    Kekayaan Ekaristi dengan mudah dapat kita timba dari salah satu pernyataan Gereja sebagai beikut: :”…. Setiap orang yang mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi, seharusnya selalu ingin berbuat baik dengan penuhsemangat, menyenangkan hati Allah dan hidup pantas saambil membaktikan diri kepada Gereja, melaksanakan apayang diajarkan kepadanya, dan bertumbuh dalam kesalehan.Ia pun akan siap menjaadi sakti Kristus dalam dalam segala hal, dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup manusia, agar dunia diresapi dengan semangat Kristus. Sebab tidak ada satu umat Kristiani pun dapat dibentuk dan dibangun, kecuali kalau berakar dan berporos pada perayaan Ekaristi Mahakudus”(Eucharisticum Mysterium, no. 13).</p>
<p>6.    Melalui surat ini saya ingin mengajak seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta untuk seara khusus memperdalam pengetahun dan penghayatan mengenai Ekaristi selama tahun 2012 yang akan datang. Sejarah panjang liturgi Ekaristi, kedalaman makannya dan kekayaan lambang-lambang tidak bisa kita tangkap dengan baik selain dengan memperlajarinya.. Dalam perayaan Ekaristi kita mengenangkan kembali wafat dan kebangkitan Kristus dan mensyukuri karya penyelamatan Allah bagi kita. Kita mendengarkan Sabda Tuhan yang menuntun langkah-langkah kita pula dan menerima roti kehidupan yang menjadi kekuatan dalam peziarahan iman kita. Janji Tuhan untuk selalu menyertai umat-Nya sampai akhir zaman tidak dapat kita alami kecuali dengan mengasah kepekaan batin kita akan kehadiran-Nya dalam Elaristi. Semoga pertemuan-pertemuan yang sudah selalu kita  adakan pada masa Adven, Prapaska, bulan Liturgi, bulan Kitab Suci dan pada kesempatan-kesempatan lain dapat digunakan sebaik-baiknya untuk pendalaman Ekaristi itu. Sementara itu bahan-bahan yang diperlukan sudah dan akan disediakan oleh saudari-saudara kita yang  dengan sepenuh hati menyiapkannya.</p>
<p>7.    Akhirnya, bersama para imam yang diutus melayani umat di Keuskupan Agung Jakarta ini saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terimakasih kepada pra Ibu// Bapak/Suster/Bruder/Frater/Kaum Muda, Remaja dan Anak-anak yang dengan satu dan cara ikut serta dalam karya kegembalaan kami. Keterlibatan Anda sekalian dalam pelayanan Gereja “ke dalam”,  membuat Gereja menjadi semakin bermakna bagai umat sendiri. Sementara  keterlibatan Anda sekalian dalam pelayanan Gereja “keluar”, membuat Gereja semakin berarti ditengah-tengah masyarakat luas. Semoga Ekaristi yang setiap kali kita rayakan semakin mempersatukan kita dalam perutusan yang mulia.</p>
<p>Salam dan Berkat Tuhan untuk seluruh keluarga dan komunitas Anda.</p>
<p>+ Ignatius Suharyo<br />
Uskup Keuskupan Agung Jakarta</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2011%2F11%2Fsurat-gembala-menyambut-tahun-ekaristi-2012%2F&amp;title=SURAT%20GEMBALA%20MENYAMBUT%20TAHUN%20EKARISTI%202012" id="wpa2a_2"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2011/11/surat-gembala-menyambut-tahun-ekaristi-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>In Memoriam Romo FX Pranataseputra Pr</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2011/08/in-memoriam-romo-fx-pranataseputra-pr/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2011/08/in-memoriam-romo-fx-pranataseputra-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 05:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[pranataseputra]]></category>
		<category><![CDATA[rm pran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Minggu 21 Agustus 2011, Umat Paroki St Ignatius Loyola mengalami duka yang mendalam atas kepergian Romo Fransiscus Xaverius Prantaseputra Pr yang berpulang ke rumah Bapa di Rs Citra Harapan Indah pada pukul 18.00 WIB. Setelah sebelumnya mengalami sesak nafas ketika akan menghadiri Perayaan Imamat Iman-Imam Diosesan KAJ di Gereja St Gabriel, Pulogebang. Ketika tiba di sekretariat Paroki Pulogebang, Romo Pran mengalami sesak nafas dan langsung diberikan obat-obatan seadanya dan juga teh manis untuk membantu melegakan sesak nafas yang dialaminya. Ketika segala cara pertolongan pertama di lakukan dan ternyata tidak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/08/rmpran.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-688" title="rmpran" src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/08/rmpran-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a>Jakarta, Minggu 21 Agustus 2011, Umat Paroki St Ignatius Loyola mengalami duka yang mendalam atas kepergian Romo Fransiscus Xaverius Prantaseputra Pr yang berpulang ke rumah Bapa di Rs Citra Harapan Indah pada pukul 18.00 WIB. Setelah sebelumnya mengalami sesak nafas ketika akan menghadiri Perayaan Imamat Iman-Imam Diosesan KAJ di Gereja St Gabriel, Pulogebang. Ketika tiba di sekretariat Paroki Pulogebang, Romo Pran mengalami sesak nafas dan langsung diberikan obat-obatan seadanya dan juga teh manis untuk membantu melegakan sesak nafas yang dialaminya. Ketika segala cara pertolongan pertama di lakukan dan ternyata tidak ada perubahan maka Rm. Pran segera dilarikan ke rumah sakit Citra Harapan Indah dan dinyatakan meninggal pada pukul 18.00.</p>
<p><span id="more-698"></span><br />
Romo Pranataseputra lahir 5 November 1941 di Jepara dari keluarga Djie Siong dan Ibu Oei Kiem Poen Nio. Romo Pranata memiliki 12 saudara yang terdiri dari 10 laki-laki dan 2 perempuan namun 9 saudara laki-lakinya meninggal ketika masih berusia kanak-kanak. Terlahir dengan nama Kwa Kwie Hwat lalu berganti nama menjadi Pranataseputra ketika hampir lulus seminari tinggi. Nama ini diambil dari dua nama Uskup Indonesia yaitu Mgr Soegiyopranta SJ dan Mgr Djajaseputra yang masing-masing diambil nama belakangnya yang kemudian digabungkan menjadi Pranataseputra.<br />
Romo Pranata terlahir dari keluarga Kristen dan dibabtis menjadi Katolik pada 20 Desember 1957. Dia dibabtis ketika memiliki keinginan untuk menjadi Pastor, saat itu Romo Pran sedang bersekolah di SMP Pangudi Luhur Yogyakarta. Sempat satu tahun mengenyam pendidikan di SMA Katolik di Kudus sebelum akhirnya masuk ke Seminari Mertoyudan. Di Seminari Mertoyudan merupakan termpat persinggahan yang paling indah dan berkesan karena semua hobby dan bakat seminaris dikembangkan.<br />
Memilih menjadi Imam Praja Kesuskupan Agung Semarang karena memiliki Imam Idola yaitu Romo Utoyo Pr dan Romo Pran juga dibabtis oleh seorang Romo Praja, maka ia mendaftarkan diri di Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta. Mengalami masa TOP di Paroki St Antonius Muntilan dengan Romo Pembimbing Rm J Reijnders SJ.<br />
Pernah mengajar bahasa Perancis di Tarakanita I dan kemudian di LPK Tarakanita dan mengajar budipekerti di SMEA Tarakanita selama kuranglebih 12 tahun, dari pengalaman mengajar di Tarakanita inilah Romo Pran belajar mengenal dunia perempuan baik dewasa maupun remaja. Setelah 12 tahun berada di luar seminari akhirnya Romo Prankembali mengajukan surat kepada Leo Soekoto dan diterima kembali sebagai calon Imam Praja Keuskupan Agung Jakarta. Setelah bertemu dengan Romo Alexdirdjo SJ Romo Pran dikirim kembali ke Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Yogyakarta pada Agustus 1981 Setelah tiga tahun di Seminari Tinggi maka pada 4 Juli 1984 bersama dengan Ekosusanto, Hadiwijoyo,Kunarwoko dan Jack Tarigan menerima Sakramen Imamat dari Mgr Leo Soekoto SJ di Balai Sidang Senayan.<br />
Penempatan pertama setelah tahbisan Imamat adalah di Wisma Cempaka bersama dengan para frater KAJ yang bertugas membantu tugas Rektor Seminari Ringgi KAJ. Selama 3 tahun menjabat sebagai Rektor Seminari Tinggi KAJ menggantikan Romo Alex Dirjo. Sebelum menjadi Romo Kepala di Paroki St Ignatius Loyola jalan Malang pernah bertugas sebagai Direktur STM Strada jalan Rajawali, Jakarta. Menjadi Moderator PMKRI KOMDA DKI Jakarta, Pastor Mahasiswa Unika Atmajaya Jakarta, Pastor Mahasiswa PMKAJ di Wisma Adisujipto. Tahun 1992 Romo Pran mulai membangun Gereja St Leo Agung, Bekasi. Pernah bertugas di Gereja St Bernadette,Tanggerang-Banten, pernah sebagai Pastor pembantu Paroki Pulomas Gereja St Bonaventura, dan sejak 2003 sampai akhir hayat menjadi Pastor Paroki Gereja St Igantius Loyola.Resmi berkarya di Gereja St Igantius Loyoloya berdasarkan SK Bapak Uskup tertanggal 1 Januari 2003 dan mulai tinggal di Pastoran Igantius Senin 20 Januari 2003. Gaya Pastoral yang dilakukan Romo Pran adalah pastoral Pastor Bonus (Gembala yang baik) yang tidak mempersulit pelayanan dan luwes dalam memmenuhi kebutuhan umat Paroki St Ignatius Loyola. Romno Pran tidak berusaha menjadi pastora yang direktif atau diktatoris tetapi lebih Tut Wuri Handayani dengan tetap mengajak umat untuk menjadi orang Katolik yang standar dan tidak aneh-aneh (diambil dari Memo yang ditulis Romo Pran di Jakarta 9 Febuari 2007)<br />
Sebelum kepergian banyak kata-kata perpisahan yang belakangan dianggap sebagai pertanda bagi beberapa orang yang mendengarnya. Ketika pada misa peringatan 17 Agustus 2011 dan pelantikan OMK Paroki St Igantius Loyola Romo Pran mengatakan bahwa “mungkin saya akan digantikan dengan Romo Didit yang lebih muda” hal ini disampaikannya dalam rangka mendukung kaum muda untuk bisa berkreasi karena orang muda merupakan penerus dari gereja. Begitupula saat misa di beberapa wilayah di Paroki St Ignatius Loyola Romo Pran sempat mengatakanbahwa di Paroki ini adalah persinggahan terakhirnya. Dan kata-katanya benar-benar terbukti.<br />
Kehilangan yang sangat benar-benar dirasakan khususnya oleh Umat Paroki St Ignatius Loyola Jalan Malang, Romo Pran yang terkenal sangat baik bagi semua kalangan, tutur katanya selalu halus kepada semua orang, Romo yang sederhana dan murah senyum ini kini telah pergi untuk selama-lamanya. Karyanya bagi paroki ini nyata dan bisa dirasakan semua umat.<br />
Setelah mendengar kabar kematiannya, umat berbondong-bondong datang ke Gereja pada Minggu malam tanggal 21 Agustus 2011. Berdoa Rosario bersama sambil menunggu jenazah tiba dari Rumah Sakit Carolus. Romo Pran disemayamkan di Gereja Santo Igantius Loyola sampai hari Selasa 23 Agustus 2011 yang akan dimakamkan di Pemakaman Iman-Imam Diosesan KAJ di Selapajang, Tanggerang –Banten. Uskup Agung Jakarta Mgr Igantius Suharyo akan memimpin pelepasan jenazah Romo Pranata. Sejak tiba di Gereja St Ignatius Loyola Jalan Malang seluruh umat bergantian untuk menjaga jenzah dengan tuguran dimulai dari para OMK dan dilanjutkan per wilayah sampai hari pemakaman Selasa 23 Agustus 2011.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2011%2F08%2Fin-memoriam-romo-fx-pranataseputra-pr%2F&amp;title=In%20Memoriam%20Romo%20FX%20Pranataseputra%20Pr" id="wpa2a_4"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2011/08/in-memoriam-romo-fx-pranataseputra-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JADWAL TUGURAN UMAT PAROKI ST IGNATIUS</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2011/08/jadwal-tuguran-umat-paroki-st-ignatius/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2011/08/jadwal-tuguran-umat-paroki-st-ignatius/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 05:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Mengenang dan Mendoakan Arwah Romo FX. Pranataseputra, Pr.
Senin, 22 Agustus 2011
Pk. 06.00-09.00 WIB : Wilayah Leo Mangin
Pk. 09.00-12.00 WIB : Wilayah Rudolfus Aquaviva
Pk. 12.00-15.00 WIB : Wilayah Aloysius Gonzaga
Pk. 15.00-18.00 WIB : Wilayah Paulus Miki
Pk. 18.30 WIB – selesai: Misa Requiem dipimpin oleh Vikjen KAJ Romo Yohanes Subagyo, Pr.
Pk. 21.00-24.00 WIB : Wilayah Maria Ratu
Selasa, 23 Agustus 2011
Pk. 00.00-03.00 WIB : Wilayah Fransiskus Xaverius
Pk. 03.00-06.00 WIB : Wilayah Bernardinus
Pk. 06.00-09.00 WIB : Wilayah Bernadette
Pk. 09.00 WIB – selesai : Misa Pelepasan Jenazah dipimpin oleh Uskup Agung KAJ Mgr. Ignatius Suharyo, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenang dan Mendoakan Arwah Romo FX. Pranataseputra, Pr.</p>
<p>Senin, 22 Agustus 2011<br />
Pk. 06.00-09.00 WIB : Wilayah Leo Mangin<br />
Pk. 09.00-12.00 WIB : Wilayah Rudolfus Aquaviva<br />
Pk. 12.00-15.00 WIB : Wilayah Aloysius Gonzaga<br />
Pk. 15.00-18.00 WIB : Wilayah Paulus Miki<br />
Pk. 18.30 WIB – selesai: Misa Requiem dipimpin oleh Vikjen KAJ Romo Yohanes Subagyo, Pr.<br />
Pk. 21.00-24.00 WIB : Wilayah Maria Ratu</p>
<p>Selasa, 23 Agustus 2011<br />
Pk. 00.00-03.00 WIB : Wilayah Fransiskus Xaverius<br />
Pk. 03.00-06.00 WIB : Wilayah Bernardinus<br />
Pk. 06.00-09.00 WIB : Wilayah Bernadette<br />
Pk. 09.00 WIB – selesai : Misa Pelepasan Jenazah dipimpin oleh Uskup Agung KAJ Mgr. Ignatius Suharyo, Pr.<br />
Dilanjutkan dengan pemakaman di Komplek Pemakaman Imam-imam Diosesan KAJ di Selapajang, Tangerang.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2011%2F08%2Fjadwal-tuguran-umat-paroki-st-ignatius%2F&amp;title=JADWAL%20TUGURAN%20UMAT%20PAROKI%20ST%20IGNATIUS" id="wpa2a_6"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2011/08/jadwal-tuguran-umat-paroki-st-ignatius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RIP Romo FX Pranataseputra, Pr</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2011/08/rip-rm-fx-pranataseputra-pr/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2011/08/rip-rm-fx-pranataseputra-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 14:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Telah kembali ke rumah Bapa di surga pada hari Minggu, 21 Agustus 2011, pukul 18.00 WIB, Pastor kami tercinta:
Rm. FX Pranataseputra, Pr
Lahir: Jepara, 5 November 1941
Wafat: Jakarta, 21 Agustus 2011
Jenasah disemayamkan di Gereja St. Ignatius, Paroki Jalan Malang, Jakarta.
Misa Requiem akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 22 Agustus 2011, pukul 18.30 WIB.
Misa pelepasan Jenazah pada hari Selasa, tanggal 23 Agustus 2011 pukul 09.00 WIB.
Jenazah akan dikebumikan di pemakaman Imam-imam Diosesan KAJ, Selapajang, Tangerang. Disediakan bis, bagi umat yang ingin mengantar Romo Fx. Pranataseputra ke peristirahatan terakhirnya.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/08/rmpran.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-688" title="rmpran" src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/08/rmpran.jpg" alt="" width="241" height="340" /></a>Telah kembali ke rumah Bapa di surga pada hari Minggu, 21 Agustus 2011, pukul 18.00 WIB, Pastor kami tercinta:</p>
<p><strong>Rm. FX Pranataseputra, Pr</strong><br />
Lahir: Jepara, 5 November 1941<br />
Wafat: Jakarta, 21 Agustus 2011</p>
<p>Jenasah disemayamkan di Gereja St. Ignatius, Paroki Jalan Malang, Jakarta.</p>
<p>Misa Requiem akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 22 Agustus 2011, pukul 18.30 WIB.</p>
<p>Misa pelepasan Jenazah pada hari Selasa, tanggal 23 Agustus 2011 pukul 09.00 WIB.</p>
<p>Jenazah akan dikebumikan di pemakaman Imam-imam Diosesan KAJ, Selapajang, Tangerang. Disediakan bis, bagi umat yang ingin mengantar Romo Fx. Pranataseputra ke peristirahatan terakhirnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2011%2F08%2Frip-rm-fx-pranataseputra-pr%2F&amp;title=RIP%20Romo%20FX%20Pranataseputra%2C%20Pr" id="wpa2a_8"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2011/08/rip-rm-fx-pranataseputra-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Mgr Antonio Guido Flipazzi</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2011/04/selamat-datang-mgr-antonio-guido-flipazzi/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2011/04/selamat-datang-mgr-antonio-guido-flipazzi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 03:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[info gereja]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah  Anda bahwa sudah hampir sebulan, Indonesia memiliki Duta Besar Vatikan  yang baru, menggantikan Mgr Leopoldo Girelli? Pada tanggal 23 Maret  2011, Paus Benediktus XVI menunjuk Uskup Agung Antonio Guido  Flipazzi untuk mewakili Vatikan di Indonesia.
Karir diplomatik Mgr Antonio sendiri tergolong cukup cepat. Lahir di  Milan, Italia pada 8 Oktober 1963. Pada umur 24 tahun, beliau  dithabiskan menjadi pastur. Sejak bulan Juli 1992, ia mulai dilibatkan  dalam pelayanan diplomatik Tahta Suci dan ditugaskan untuk mewakili  Vatikan dalam bidang hubungan dengan negara-negara lain.
Sembilan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/04/2403-mgr_antonio.jpg"></a><a href="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/04/2403-mgr_antonio.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-646" title="2403-mgr_antonio" src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/uploads/2011/04/2403-mgr_antonio.jpg" alt="" width="226" height="170" /></a>Tahukah  Anda bahwa sudah hampir sebulan, Indonesia memiliki Duta Besar Vatikan  yang baru, menggantikan Mgr Leopoldo Girelli? Pada tanggal 23 Maret  2011, Paus Benediktus XVI menunjuk Uskup Agung Antonio Guido  Flipazzi untuk mewakili Vatikan di Indonesia.</p>
<p>Karir diplomatik Mgr Antonio sendiri tergolong cukup cepat. Lahir di  Milan, Italia pada 8 Oktober 1963. Pada umur 24 tahun, beliau  dithabiskan menjadi pastur. Sejak bulan Juli 1992, ia mulai dilibatkan  dalam pelayanan diplomatik Tahta Suci dan ditugaskan untuk mewakili  Vatikan dalam bidang hubungan dengan negara-negara lain.</p>
<p>Sembilan tahun kemudian, setelah Mgr Leopoldo berpindah tugas menjadi  Nuntius Apostolik (Duta Besar Vatikan) untuk Singapura, Malaysia dan  Brunei Darussalam, Mgr Antonio pada usianya yang ke-47 tahun ditunjuk  Vatikan untuk menggantikan Mgr Leopoldo di Indonesia. Setelah sebulan sebelumnya, pada  tanggal 5 Februari 2011, Mgr Antonio ditahbiskan menjadi Uskup Agung.</p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><em>foto diambil dari www.cathnewsindonesia.com</em></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span style="color: #000000;">Link terkait dengan artikel </span></strong></span></p>
<p><span style="color: #888888;"><strong><span style="color: #000000;">Video :</span></strong><em> <a href="www.youtube.com/watch?v=AyTIHZEdkZg">Mgr.Antonio on YouTube</a><br />
</em></span></p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><strong><span style="color: #000000;">Facebook Page </span></strong><em><span style="color: #000000;">:</span> </em></span><em>ANTONIO GUIDO FILIPAZZI ARCIVESCOVO COMMUNITY﻿</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2011%2F04%2Fselamat-datang-mgr-antonio-guido-flipazzi%2F&amp;title=Selamat%20Datang%20Mgr%20Antonio%20Guido%20Flipazzi" id="wpa2a_10"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2011/04/selamat-datang-mgr-antonio-guido-flipazzi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian 30 Desember 2010</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-30-desember-2010/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-30-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 08:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arialto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat&#8221;
(1Yoh 2:12-17; Luk 2:36-40)
&#8220;Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari  suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh  tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur  delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan  siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu  juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara  tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat&#8221;<br />
(1Yoh 2:12-17; Luk 2:36-40)</p>
<p>&#8220;Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari  suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh  tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur  delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan  siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu  juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara  tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk  Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum  Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di  Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan  kasih karunia Allah ada pada-Nya&#8221; (Luk 2:36-40), demikian kutipan Warta  Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
•	Pendidikan anak hemat saya merupakan sesuatu yang penting dan utama,  lebih daripada kegiatan atau usaha-usaha lainnya. Marilah kita didik  anak-anak kita agar dapat tumbuh berkembang seperti Yesus, yaitu  &#8220;bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah  ada padaNya&#8221;. Pertama-tama hendaknya sejak dalam kandungan sampai usia  balita anak diberi gizi yang memadai, karena masa-masa tersebut sangat  menentukan masa depan pertumbuhan dan perkembangan pribadi anak.  Hendaknya anak disusui oleh ibunya secara memadai, dan menurut ahli gizi  konon alangkah baiknya jika anak dapat menerima ASI paling tidak selama  satu tahun. Untuk itu perlu diperhatikan gizi ibu atau calon ibu agar  dapat menghasilkan ASI yang memadai bagi anaknya. Dalam proses  pendidikan atau pendampingan selain agar anak sehat wal&#8217;afiat dan segar  bugar secara phisik, hendaknya diusahakan agar anak semakin penuh hikmat  dan kasih karunia Allah ada padanya, dengan kata lain agar anak semakin  berbudi pekerti luhur, semakin dikasihi oleh Allah dan sesamanya.  Dengan kata lain hendaknya dalam mendidik atau mendampingi anak-anak  dengan tujuan agar anak-anak tumbuh berkembang menjadi pribadi yang baik  atau cerdas secara spiritual daripada pandai atau cerdas secara  intelektual. Teladan konkret dari orangtua atau bapak-ibu dalam hidup  dan bertindak baik dalam hidup sehari-hari mutlak dibutuhkan, karena  keteladanan merupakan cara pertama dan utama dalam pendidikan atau  pembinaan. Kami berharap juga kelak ada anak-anak yang tergerak atau  terpanggil untuk menjadi imam, bruder atau suster (kalau beragama  katolik) atau menjadi pribadi yang sosial, senantiasa peka terhadap  kebutuhan orang lain, terutama mereka yang miskin dan berkekurangan.<br />
•	&#8220;Semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan  mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari  dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang  yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.&#8221; (1Yoh  2:16-17). Apa yang dikatakan oleh Yohanes ini tidak berarti kita tidak  boleh mendunia, melainkan hendaknya jangan bersikap mental materialistis  selama hidup di dunia ini. Hendaknya semakin kaya akan harta benda atau  uang juga semakin beriman, semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya.  Kehendak Tuhan perihal harta benda atau uang adalah sebagai sarana untuk  memuji, memuliakan, menghormati dan mengabdi Tuhan dalam hidup  sehari-hari melalui sesama manusia, maka jika harta benda atau uang  mengganggu tujuan tersebut hendaknya dibuang atau dimusnahkan. Yohanes  juga mengingatkan kita perihal indera penglihatan atau mata, tentu saja  bagi yang tidak buta. Cara hidup dan cara bertindak kita pada umumnya  memang dimulai dengan penglihatan atau apa yang kita lihat. Melihat  -&gt; merasakan -&gt; berpikir -&gt; bersikap -&gt; bertindak inilah  kurang lebih kronologis cara bertindak. Dari melihat sampai bertindak   bagi orang yang jelas kepribadian atau jati dirinya hanya butuh waktu  hitungan detik, artinya begitu melihat langsung bertindak. Sedangkan  bagi orang yang tidak jelas kepribadiannya, tidak putih dan tidak hitam  alias abu-abu, pada umumnya dari melihat sampai bertindak butuh waktu  lama, karena harus merasa-rasakan dan berpikir. Kehendak Tuhan bagi kita  semua adalah begitu melihat langsung bertindak, tentu saja tindakan  yang menyelamatkan atau membahagiakan terutama keselamatan jiwa manusia.  Kita semua mendambakan untuk hidup selamanya mulia di sorga bersama  Tuhan setelah dipanggil Tuhan atau meninggal dunia, maka baiklah kita  senantiasa setiap hari bersama dan bersatu dengan Tuhan alias berusaha  untuk hidup baik, suci, tak bernoda atau tercela.</p>
<p>&#8220;Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan  kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan  dan masuklah ke pelataran-Nya! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan  berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!&#8221;<br />
(Mzm 96:7-9)</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2010%2F12%2Frenungan-harian-30-desember-2010%2F&amp;title=Renungan%20Harian%2030%20Desember%202010" id="wpa2a_12"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-30-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian 24 Desember 2010</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-24-desember-2010/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-24-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 12:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ia akan melawat kita untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan&#8221;
(2Sam 7:1-5.8b-12.16; Luk 1:67-79)
&#8220;Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: &#8220;Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, &#8212; seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus &#8212; untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Ia akan melawat kita untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan&#8221;</p>
<p>(2Sam 7:1-5.8b-12.16; Luk 1:67-79)</p></blockquote>
<p>&#8220;Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: &#8220;Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, &#8212; seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus &#8212; untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.&#8221; (Luk 1:67-79), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>• Zakharia, yang penuh dengan Roh Kudus, setelah kelahiran anaknya, Yohanes, terbuka mulutnya, sembuh dari bisu, dan kemudian bernubuat. Ia bernubuat perihal Penyelamat Dunia yang segera akan datang, &#8220;untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera&#8221;. Maka marilah kita mawas diri: apakah kita siap sedia untuk diterangi dan diarahkan menuju jalan damai sejahtera. Sebagai tanda kesiap-sediaan kita antara lain kita harus rendah hati dan taat, membuka hati, jiwa, akal budi dan tubuh atau tenaga kita untuk didatangi, diterangi dan diarahkan. Kerendahan hati dan ketaatan hemat saya bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. Kita dapat belajar dan meningkatkan atau memperdalam kerendahan hati dan ketaatan, antara lain kita berusaha untuk senantiasa mentaati atau menghayati aneka aturan dan tatanan hidup apapun dan dimanapun. Salah satu contoh adalah mentaati dan melaksanakan aneka aturan dan tatanan berlalu lintas di jalanan, mengingat dan memperhatikan bahwa tertib berlalu-lintas merupakan salah satu cermin bangsa atau warganegara. Agar kita siap mentaati atau melaksanakan aneka aturan, kiranya baik jika kita juga setia mengatur diri sendiri, karena jika kita mampu mengatur diri dengan baik maka dengan mudah kita mentaati aneka aturan dan tatanan hidup. Marilah kita hayati aneka aturan dan tata tertib sebagai `sinar dan arah&#8217; yang membantu kita menuju damai sejahtera sejati.</p>
<p>• &#8220;Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.&#8221; (2Sam 7:2), demikian kata nabi Natan kepada raja Daud. Kutipan ini kiranya baik untuk kita renungkan atau refleksikan. Kami percaya kita semua telah mempersiapkan diri dengan baik dalam rangka menyambut kedatangan Penyelamat Dunia, Pesta Natal, antara lain mawas diri serta mengaku dosa, dan dengan demikian memiliki hati yang bersih dan jernih, &#8220;Tuhan menyertai engkau&#8221;. Maka marilah kita hidup, melangkah atau bertindak sesuai dengan yang dikandung dalam hati kita yang jernih dan bersih, dengan kata lain kita taati dan laksanakan apa yang menjadi suara hati kita. Marilah kita hayati bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita, sehingga kita dimanapun dan kapanpun bersama atau bersatu dengan Tuhan, hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Karena Tuhan menyertai kita semua, maka selayaknya kita hidup berdamai dengan siapapun dan dimanapun, karena hati kita sama-sama bersih dan jernih juga. Marilah kita rayakan pesta Natal nanti malam dengan hati yang bersih dan jernih, sehingga kita layak untuk saling memberikan damai Natal dengan penuh senyum dan sukacita. Biarlah kita dengan ceria, bergairah dan rela berkorban dalam melangkah untuk menuju ke perayaan Natal bersama, seperti para gembala yang di malam gelap gulita dengan bergairah dan rela berkorban bersembah sujud kepada Penyelamat Dunia, yang baru saja lahir dan terbaring di tempat pembabaringan domba. Hanya dengan hati yang jernih dan bersih dapat memahami atau memaknai serta menghayati arti Sang Penyelamat Dunia, yang datang di tengah malam gelap gulita, dan hanya orang yang bersikap mental seperti para gembala, yaitu percaya kepada Penyelenggaraan Ilahi, mampu mengimani Sang Penyelamat Dunia yang lahir di tengah malam gelap gulita dan kemiskinan.</p>
<p>&#8220;Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. Engkau telah berkata: &#8220;Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.&#8221; (Mzm 89:2-5)</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2010%2F12%2Frenungan-harian-24-desember-2010%2F&amp;title=Renungan%20Harian%2024%20Desember%202010" id="wpa2a_14"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-24-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian 22 Desember 2010</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-22-desember-2010/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-22-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 06:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arialto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jiwaku memuliakan Tuhan&#8221;
(1Sam 1:24-28; Luk 1:46-56)
&#8220;Lalu kata Maria: &#8220;Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena  Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan  hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan  menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan  perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.Dan  rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia  memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan  mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan  orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang  yang rendah; Ia melimpahkan segala yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jiwaku memuliakan Tuhan&#8221;</p>
<p>(1Sam 1:24-28; Luk 1:46-56)</p>
<p>&#8220;Lalu kata Maria: &#8220;Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena  Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan  hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan  menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan  perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.Dan  rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia  memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan  mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan  orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang  yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,  dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong  Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang  dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya  untuk selama-lamanya.&#8221; Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya  bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya&#8221; (Luk 1:46-56),  demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>·   Menerima pujian dari Elisabeth, Maria tidak menjadi sombong  melainkan semakin rendah hati. Ia mengidungkan pujian pop `hamba  Yahwe&#8217;/orang pilihan Allah, yang pada masa kini kita kenal dengan Kidung  Magnificat. Maria adalah teladan umat beiriman, maka marilah kita  sebagai umat beriman meneladannya, yaitu ketika menerima sapaan dari  orang lain dalam bentuk apapun marilah kita tanggapi dengan rendah hati.  Sapaan, sentuhan atau perhatian orang lain kita hayati sebagai kasih  dan perhatian Allah Yang Mahakuasa dan kita kiranya boleh meneladan  Maria dengan berkata &#8220;Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan  besar kepadaku dan namaNya adalah kudus&#8221;. Kita sadari dan hayati bahwa  kita dapat tumbuh berkembang, sehat wal&#8217;afiat, cantik atau tampan,  segar-bugar sebagaimana adanya saat ini adalah karya Allah Yang  Mahakuasa dalam diri kita yang lemah dan rapuh ini. Segala sesuatu yang  baik kita hayati berasal dari Allah, karya Allah Yang Mahakuasa. Dengan  ini kami mengingatkan mereka yang masih bersikap sombong dalam kehidupan  sehari-hari, menyombongkan kekayaan, pangkat/kedudukan, kecantikan,  ketampanan, kepandaian , kecerdasan, dst.. untuk bertobat, sebelum  dipermalukan oleh cara hidup dan cara bertindak anda sendiri yang  sombong. Rendah hati merupakan keutamaan dasar dan utama, yang harus  kita hayati dan sebarluaskan dalam cara hidup dan cara bertindak kita  dimanapun dan kapanpun. Sekali lagi kami berharap kepada rekan-rekan  perempuan untuk dapat menjadi saksi kerendahan hati, mengingat dan  mengenangkan bahwa Allah Yang Mahakuasa telah berkarya dalam diri anda  secara luar biasa, yaitu ketika anda sedang mengandung anak di dalam  rahim anda.</p>
<p>·   &#8220;Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang  dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. Untuk  mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku,  apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada  TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN&#8221; (1Sam 1:26-28),   demikian kata Hana berhubungan dengan Samuel, anak yang dianugerahkan  Tuhan kepadanya. Kami berharap Hana dapat menjadi teladan bagi para ibu,  dan alangkah baik dan indahnya sering berkata dengan sepenuh hati  seperti Hana tersebut. Anak adalah anugerah Tuhan, maka selayak  dipersembahkan kembali kepada Tuhan, artinya dididik dan dibina sesuai  dengan kehendak Tuhan, sehingga tumbuh berkembang menjadi pribadi yang  cerdas secara spiritual atau memiliki berbagai kecerdasan seperti  kecerdasan phisik, kecerdasan sosial, kecerdasan intelektual, kecerdasan  emosional dan kecerdasan spiritual. Marilah kita bina dan didik  anak-anak agar tumbuh berkembang menjadi `man or woman for/with others&#8217;,  syukur jika di antara anak-anak anda ada yang tergerak untuk menjadi  imam, bruder atau suster. Jika tidak terpanggil secara khusus tersebut  semoga anak-anak tumbuh berkembang sebagai orang yang sosial, yang  senantiasa memperhatikan sesamanya, terutama mereka yang miskin dan  berkekurangan. Hendaknya para orangtua, khususnya para ibu, sungguh  berpegang pada pedoman bahwa kebahagiaan sejati perihal anak-anak adalah  jika anak-anak tumbuh berkembang sebagai pribadi yang baik dan berbudi  pekerti luhur, bukan sekedar kaya akan harta benda, pangkat/kedudukan  dan kehormatan duniawi belaka. Semoga para ibu dapat menjadi teladan  dalam memuliakan Tuhan dalam hidup sehari-hari melalui suami dan  anak-anaknya.</p>
<p>&#8220;Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh  TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena  pertolongan-Mu. Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang  terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Siapa yang kenyang  dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang  lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul  melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.  TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang  mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia  merendahkan, dan meninggikan juga.&#8221; (1Sam 2:1.4-7)</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2010%2F12%2Frenungan-harian-22-desember-2010%2F&amp;title=Renungan%20Harian%2022%20Desember%202010" id="wpa2a_16"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-22-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian 20 Desember 2010</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-20-desember-2010/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-20-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2010 16:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arialto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;
(Yes 7:10-14; Luk 1:26-38)
&#8220;Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah  kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang  bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama  perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata:  &#8220;Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.&#8221; Maria  terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah  arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: &#8220;Jangan takut, hai Maria,  sebab engkau beroleh kasih karunia ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<br />
(Yes 7:10-14; Luk 1:26-38)<br />
&#8220;Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah  kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang  bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama  perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata:  &#8220;Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.&#8221; Maria  terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah  arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: &#8220;Jangan takut, hai Maria,  sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau  akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan  hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan  disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan  kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas  kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan  berkesudahan.&#8221; Kata Maria kepada malaikat itu: &#8220;Bagaimana hal itu  mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?&#8221; Jawab malaikat itu  kepadanya: &#8220;Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi  akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan  disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia  pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah  bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah  tidak ada yang mustahil.&#8221; Kata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba  Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; Lalu malaikat itu  meninggalkan dia&#8221; (Luk 1:26-38), demikian kutipan Warta Gembira hari  ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
•	Dalam Warta Gembira hari ini ditampilkan tokoh Maria, seorang perawan  yang suci dari Nazaret. Maria terpilih sebagai Bunda Penyelamat Dunia,  yang mengandung dan melahirkan Penyelamat Dunia, karena Roh Kudus bukan  karena hubungan seksual dengan laki-laki. Anda para gadis atau perawan  kiranya dapat membayangkan betapa berat tanggungannya jika tiba-tiba  hamil karena pergaulan seks bebas: malu dan ada kemungkinan diusir dari  rumah dst…atau ditinggalkan oleh pacar yang menghamili. Secara manusiawi  kiranya Maria mengalami hal itu, namun karena ia perawan suci ketika  mengetahui bahwa kehamilannya karena Roh Kudus, maka dengan rendah hati  ia menanggapi panggilan Tuhan lewat malaikatNya &#8220;Sesungguhnya aku ini  adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu&#8221;. &#8220;Fiat  voluntas tua&#8221;, begitulah motto yang sering digunakan secara pribadi atau  organisatoris dengan dambaan untuk meneladan Maria, teladan umat  beriman. Kita semua juga dipanggil untuk meneladan Maria, yang dengan  rendah hati siap sedia untuk melaksanakan kehendak Tuhan dalam situasi  dan kondisi apapun, dimanapun dan kapanpun. Dengan kata lain jika kita  berkehendak baik hendaknya segera diwujudkan kehendak tersebut, tanpa  takut dan gentar terhadap aneka tantangan atau hambatan serta masalah  yang menghadang.<br />
•	 &#8220;Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan  orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan  sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya,  seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak  laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.&#8221; (Yes 7:13-14), demikian  kata Yesaya kepada bangsanya, saudara-saudarinya yang menantikan  kedatangan Penyelamat Dunia, Mesias. Bahwa Maria terpilih sebagai Bunda  Penyelamat Dunia ternyata sudah lama diramalkan oleh para nabi, antara  lain nabi Yesaya. Tanda kasih atau rahmat Tuhan atau mujizat itulah yang  hendaknya kita renungkan atau refleksikan. Tuhan hidup dan berkarya  terus menerus dalam dan melalui ciptaan-ciptaanNya, antara lain  menganugerahi pertumbuhan dan perkembangan. Maka baiklah kita hayati dan  imani bahwa semua pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi atau kita  alami adalah anugerah atau karya Tuhan, dengan kata lain ada tanda  kehadiran dan karya Tuhan yang begitu melimpah dalam kehidupan kita  sehari-hari. &#8220;Imanuel&#8221; , yang berarti Tuhan beserta kita, itulah yang  kita nanti-nantikan. Tuhan telah dan terus akan menyertai perjalanan  hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing antara lain  melalui aneka macam perhatian, sapaan, sentuhan dan perlakuan orang lain  kepada kita. Segala sesuatu yang dibuat orang lain pada kita adalah  perwujudan penyertaan  Tuhan pada kita yang lemah dan rapuh ini. Secara  khusus kami berharap kepada rekan-rekan perempuan yang sedang atau  pernah mengandung `buah kasih&#8217; dalam rahimnya, kami ajak untuk  mengenangkan kembali betapa luhur, mulia dan indahnya karya kasih Tuhan  melalui pertumbuhan dan perkembangan buah kasih, embriyo, dalam rahim  anda. Maka kami berharap kepada anda semua yang pernah mengandung dan  melahirkan anaknya untuk dapat menjadi saksi kasih dan penyertaan Tuhan  dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>&#8220;TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang  diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan  menegakkannya di atas sungai-sungai. &#8220;Siapakah yang boleh naik ke atas  gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?&#8221;  &#8220;Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan  dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang  akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang  menyelamatkan dia.&#8221;<br />
(Mzm 24:1-5)  .</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2010%2F12%2Frenungan-harian-20-desember-2010%2F&amp;title=Renungan%20Harian%2020%20Desember%202010" id="wpa2a_18"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-20-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian 19 Desember 2010</title>
		<link>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-19-desember-2010/</link>
		<comments>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-19-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2010 16:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arialto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paroki-stignatius.org/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Mg Adven IV: Yes  7:10-14; Rm 1:1-7; Mat 1:18-24
&#8220;Ia mengambil Maria sebagai isterinya tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya&#8221;
Orangtua, pemimpin atau atasan sering dengan mudah menjanjikan sesuatu  kepada anak-anaknya, anggota-anggotanya atau bawahan-bawahannya, tetapi  sering janji tersebut tinggal janji artinya tidak ditepati atau  dilaksanakan. Sebagai contoh konkret presiden RI menjanjikan untuk  memberantas korupsi serta siap berada di garis depan dalam memberantas  korupsi, namun hanya koruptor kelas teri yang dijadikan sasaran,  sementara itu koruptor kelas kakap dibiarkan berkeliaran. Maklum  koruptor kelas ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mg Adven IV: Yes  7:10-14; Rm 1:1-7; Mat 1:18-24<br />
&#8220;Ia mengambil Maria sebagai isterinya tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya&#8221;</p>
<p>Orangtua, pemimpin atau atasan sering dengan mudah menjanjikan sesuatu  kepada anak-anaknya, anggota-anggotanya atau bawahan-bawahannya, tetapi  sering janji tersebut tinggal janji artinya tidak ditepati atau  dilaksanakan. Sebagai contoh konkret presiden RI menjanjikan untuk  memberantas korupsi serta siap berada di garis depan dalam memberantas  korupsi, namun hanya koruptor kelas teri yang dijadikan sasaran,  sementara itu koruptor kelas kakap dibiarkan berkeliaran. Maklum  koruptor kelas kakap pada umumnya melibatkan para pejabat, sehingga  dengan dan melalui berbagai cara mereka dilindungi. Memang tidak mudah  memberantas koruptor kelas kakap, namun jika koruptor kelas kakap dapat  dibasmi kiranya damai sejahtera akan terjadi di bumi ini. Dalam Warta  Gembira hari ini dikisahkan pemenuhan janji Allah untuk mengutus  Penyelamat Dunia, yaitu memilih Yusuf, anak Daud atau keturunan Daud,  untuk &#8220;mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan  dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan dia  Yesus&#8221;. Tokoh Yusuf ditampilkan dalam Warta Gembira hari ini, maka  marilah kita renungkan atau refleksikan tokoh Yusuf ini.</p>
<p>&#8220;Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum&#8221; (Mat 1:19)</p>
<p>&#8220;Tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama(orang lain) di muka umum&#8221;   inilah yang sebaiknya kita renungkan atau refleksikan. Menghayati dan  menyebarkan hal ini kiranya sungguh mendesak dan up to date masa kini  mengingat kebohongan dan pencemaran nama baik masih marak di sana-sini  di dalam kehidupan bersama. Memiliki ketulusan hati berarti suci, bersih  dan tiada noda atau dosa sedikitpun, maka rasanya hal itu sungguh berat  bagi kita semua dan mungkin dapat dihitung dengan jari siapa yang  sungguh tulus hati. Namun demikian marilah kita saling membantu dan  mengingatkan untuk hidup dan bertindak dengan tulus hati dimanapun dan  kapanpun. Tulus hati juga berarti jujur, yaitu &#8220;sikap dan perilaku yang  tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan  berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran&#8221; (Prof  Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai  Pustaka – Jakarta 1997, hal 17).</p>
<p>Salah satu bentuk konkret ketulusan hati adalah tidak mau mencemarkan  nama baik orang lain di muka umum kapan saja dan dimana saja. Banyak di  antara kita suka ngrasani atau ngrumpi; pada umumnya berisi  menjelek-jelekan orang lain atau membicarakan kekekurangan dan kelemahan  orang lain, dan dengan demikian kekurangan atau kelemahan orang yang  bersangkutan diperbesar. Membicarakan kekurangan atau kelemahan orang  lain untuk bersendau-gurau atau pemuas nafsu pribadi hemat saya  melanggar hak asasi manusia, melanggar cintakasih. Siapa yang suka  ngrumpi atau ngrasani, laki-laki atau perempuan? Kaum laki-laki pada  umumnya lebih jarang ngrumpi atau ngrasani, namun ketika ngrasani begitu  keras sehingga banyak orang mendengar, sedangkan rekan perempuan pada  umum ngrasani dengan pelan, telaten serta sering dengan mudah ngrumpi  atau ngrasani, dengan kata lain laki-laki dan perempuan sama saja.</p>
<p>Ketulusan hati Yusuf juga dihayati dengan tidak bersetubuh dengan Maria,  karena Maria mengandung dari Roh Kudus. Dengan rendah hati kami  mengingatkan dan mengajak rekan-rekan laki-laki, entah yang sudah  berkeluarga atau belum/tidak berkeluarga: hendaknya tidak dengan mudah  bersetubuh dengan perempuan lain yang bukan isterinya atau pasangan  hidupnya. Maklum laki-laki menyeleweng atau selingkuh satu atau dua kali  belum ketahuan, tetapi kalau berkali-kali akan ketahuan juga, sedangkan  rekan-rekan perempuan lebih-lebih yang belum berkeluarga alias masih  gadis/perawan ketika berselingkuh sekali saja langsung dapat ketahuan,  karena ada kemungkinan yang bersangkutan hamil atau paling tidak secara  phisik telah jebol selaput daranya. Marilah kita saling menjaga  ketulusan hati kita dalam hal seksual.</p>
<p>&#8220;Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul  untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada  nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil  menjadi milik Kristus.&#8221; (Rm 1:5-6)<br />
Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita adalah milik Yesus  Kristus, maka mau tak mau kita harus hidup dan bertindak sesuai dengan  kehendak atau perintahNya atau menghayati sabda-sabdaNya sebagaimana  disharingkan oleh para penulis Kitab Suci. Kita juga dipanggil sebagai  rasul atau utusan, yaitu `menuntun semua bangsa&#8217;  untuk berbakti  sepenuhnya kepada Tuhan. Sang Penyelamat Dunia yang kita nantikan adalah  Penyelamat semua bangsa, membawa damai sejahtera bagi semua orang yang  berkehendak baik, maka marilah kita mempersiapkan diri dengan  mengusahakan diri sedemikian rupa sehingga kita layak menjadi `milik  Yesus Kristus&#8217;.</p>
<p>&#8220;Baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.&#8221; (Rm 14:8), demikian  kesaksian Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman.  Ingat dan hayati bahwa kita semua adalah ciptaan Tuhan, dapat hidup,  tumbuh dan berkembang sebagaimana adanya saat ini karena kasih Tuhan.  Masing-masing dari kita diciptakan oleh Tuhan bekerjasama dengan  orangtua kita masing-masing yang saling mengasihi dan kiranya kasih  mereka pun dihayati sebagai anugerah Tuhan juga. Karena hidup adalah  milik Tuhan yang dianugerahkan kepada kita, maka segala sesuatu yang  kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini adalah anugerah Tuhan.  Dengan kata lain sebagai `milik Tuhan/Yesus Kristus&#8217; kita dipanggil  hidup dan bertindak dengan penuh syukur dan terima kasih serta rendah  hati.</p>
<p>Kerendahan hati juga dihayati oleh Sang Penyelamat Dunia yang kita  nantikan kedatanganNya, karena  &#8220;Kristus Yesus,yang walaupun dalam rupa  Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang  harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan  mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam  keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai  mati, bahkan sampai mati di kayu salib&#8221; (Fil 2:5-8). Apa yang kita  miliki atau kuasai sampai saat ini marilah kita `kosongkan&#8217;, artinya  kita fungsikan atau gunakan sesuai dengan kehendak Tuhan, antara lain  secara konkret kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang sosial, tidak  egois. Sosial berasal dari kata bahasa Latin `socius&#8217; berarti teman atau  sahabat, maka semakin memiliki aneka macam anugerah Tuhan diharapkan  semakin banyak sahabat atau teman. Semakin kaya, semakin pandai/cerdas,  semakin berkedudukan, semakin berpengalaman, semakin tua/tambah usia,  hendaknya semakin rendah hati, bersyukur dan berterima kasih. Ingat  pepatah &#8220;tua-tua keladi atau bulir padi semakin tua/berisi semakin  menunduk&#8217;.</p>
<p>&#8221; TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang  diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan  menegakkannya di atas sungai-sungai. &#8220;Siapakah yang boleh naik ke atas  gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?&#8221;  &#8220;Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan  dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang  akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang  menyelamatkan dia.&#8221; (Mzm 24:1-5)</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fparoki-stignatius.org%2F2010%2F12%2Frenungan-harian-19-desember-2010%2F&amp;title=Renungan%20Harian%2019%20Desember%202010" id="wpa2a_20"><img src="http://paroki-stignatius.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paroki-stignatius.org/2010/12/renungan-harian-19-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

