Home » Completorium

Completorium

Apa itu Completorium ?

Completorium adalah ibadat resmi  Gereja Katolik dan salah satu dari ibadat harian atau Liturgia Horarum (terjemahan : ibadat dari saat ke saat dalah hari)

Mengapa disebut ibadat resmi?

Karena yang berdoa bukan hanya orang perorang tetapi Gereja secara keseluruhan dan ditetapkan aturan-aturannya secara resmi mengikat seluruh Gereja Katolik. Karenanya disebut liturgi.

Apakah rosario dan jalan salib juga ibadat resmi?

Jawabannya ya dan tidak. Dikatakan “ya” karena gereja universal merestui dan menganjurkannya. Dikatakan “tidak” karena rosario dan jalan salib bukan merupakan liturgi tetapi devosi.

Apakah completorium adalah doanya rohaniwan-biarawan yang dipaksakan kepada umat?

Tidak benar ! Seturut ajaran Gereja universal, para Uskup Indonesia melalui KWI mengajarkan ini adalah doa umat. Pelajari baik-baik buku Puji Syukur. Itu bukan hanya buku kumpulan nyanyian tetapi buku doa Katolik resmi. Silakan buka pada pendahuluan halaman vii bab IV tentang doa-doa liturgis, halaman 24 dan akhirnya buka halaman 73 – 85 tentang doa Completorium. Anda bisa mempelajarinya dari buku Puji Syukur.

Sejak kapan ini diajarkan sebagai doa resmi untuk umat?

Liturgia Horarum sudah berabad-abad menjadi doa Gereja. Bahkan cara berdoa yang banyak mengambil doa-doa mazmur ini sudah menjadi praktek jemaat Yahudi sebelum Yesus. Namun doa ini mendapat bentuknya secara baku pada masa Ordo Benediktin (San Benedetto da Narcia 480-547) yang mengolah, mempraktekan dan menghiasinya dengan notasi gregorian dan resitatif. Untuk keterangan lebih lanjut silakan baca http://en.wikipedia.org/wiki/Liturgy_of_the_Hours .

Apakah harus dibuat di luar gereja, mengingat selama ini dilakukan di halaman gereja?

Tidak harus di luar gereja. Malah seumumnya dilakukan di dalam ruangan. Kita membuat di luar gereja karena demi beberapa tujuan memberi suasana rohani yang lain dengan sentuhan alami, selain doa, diharapkan ada aspek komuniter : tegur sapa antar umat sebelum dan sesudah doa.

Kapan doa Completorium dilaksanakan di Gereja St. Ignatius Jakarta ?

Setiap hari Minggu malam, pukul 19.00 WIB di depan Gua Maria.

Share

2 Comments »

  • Bernardus Hendrani said:

    Completorium di luar gereja.Karena ada gua dan patung Maria.
    Completorium di dalam gereja ada tabernakel dengan Kristus sendiri hadir.Mana yang lebih pas? Mudah-mudahan jangan hanya mencari suasana “taman” ciptaan manusia biasa.

  • erwin phil said:

    “…ada aspek komuniter : tegur sapa antar umat sebelum dan sesudah doa.”
    Apa masih kurang ya sosialisasi/tegur sapa di luar jam doa sampai-sampai sebelum doa pun masih diberi kesempatan untuk tegur sapa??
    Sebelum doa, ciptakan suasana hening, persiapkan hati, pikiran untuk tegur sapa dengan Yang Maha Kuasa – ini jauh lebih penting. Dan karena Yang Maha Kuasa ada di Tabernakel, sudah pasti di dalam gereja lah tempat yang pas.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.