Wilayah Fransiscus Xaverius
“Wilayah yang mengambil nama Santo pelindung yang begitu populer bagi masyarakat katolik di Indonesia, saat ini mempunyai 3 lingkungan yang semula 4 lingkungan . Wilayah ini mengalami pengurangan satu lingkungan karena umatnya tergusur.
Pada tahun 2006, KK di wilayah ini berjumlah sekitar 104 keluarga, terdiri dari 58 KK di Lingkungan Ignatius de Azevedo, 23 KK di Lingkungan Petrus Faber dan 26 KK di Lingkungan Antonius Daniel; dengan komposisi sebagian umat adalah yang berusia setengah tua, dan banyak yang sudah lanjut usia .
Umat dengan usia muda sangat kurang dan makin lama makin kurang berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan. Banyak dari mereka pulang kerja sampai larut malam . Cukup banyak juga yang sudah keluar rumah karena sudah menikah atau banyak berada di daerah lain karena meneruskan pendidikan atau bekerja di tempat lain. Bahkan mereka tersebar di benua lain.
Hal tersebut sangat disayangkan pada periode tahun 80-an, mudika FX mengambil peranan penting di dalam gereja. Bagi anak anak paroki Santo Ignatius yang besar pada masa itu mengikuti sekolah minggu yang dikelola para mudika FX, di sebuah rumah tua di jalan Salak no. 33 pada periode tahun 1980 an.
Pada tahun – tahun periode tujuhpuluhan , saat pembentukan rata marga yang sekarang menjadi lingkungan dan wilayah di dalam paroki St. Ignatius , nama para Yesuit digunakan sebagai santo pelindung karena memang para gembala di paroki St. Ignatius adalah pastor –pastor Yesuit. Rasanya nama – nama itu begitu indah dan mempunyai nilai magis dari para Yesuit yang berkarya di seluruh dunia. Tidaklah heran bila wilayah memilih nama besar Fransiscus Xaverius sebagai santo pelindung. Demikian juga lingkungan – lingkungan yang ada di wilayah FX memilih nama – nama pelindung dengan menggunakan nama – nama para Yesuit seperti Ignatius de Azevedo , Antonius Daniel , Petrus Faber , dan Sebastianus Kimura seorang Yesuit Jepang yang menjadi martir dalam tugas perutusannya. Karena umat di lingkungan Kimura tinggal beberapa kepala keluarga, akhirnya lingkungan ini digabung dengan lingkungan Antonius Daniel.
Pada kepengurusan Dewan Paroki tahun 2003 –2006 di bawah kepemimpinan Romo F.X. Pranataseputra, Pr. nama – nama santo pelindung ini diganti dengan nama – nama FX 1, 2 , dan 3. Namun sayangnya penamaan yang seharusnya dimaksud untuk mempermudah sebaliknya justru membingungkan bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan nama lingkungan yang memakai nama santo/santa, dan memiliki kebanggaan tersendiri terhadap nama lingkungan mereka masing-masing.”
dikutip dari dari notes Tanumihardja Hendra

Informasi yang benar tentang wilayah FX dapat dilihat disini
http://www.facebook.com/note.php?note_id=147730840865
Silahkan di update
trimakasih banyak atas koreksinya pak Hendra, sudah kami perbaiki
In parokistignatius@yahoogroups.com, “hendra b tanumihardja” wrote:”The world suffers a lot. Not because of the violence of bad people, but because of the silence of good people !” (Napoleon Bonaparte).
an the response is
Yes pak Hendra…I just remember those nice words…It reminds me when I was @ Senior High arnd. 50 yrs ago, to my late history teacher, bpk Go, who referred those words.. Coz of those wise words, I can’t keep myself silent, to shut my mouth or to stop my fingers to write or share whatever that, I think, will be good for or benefit to others.. although I don’t think I’m a good people..
Thx..My personal best `n warmest rgrds.. GOD bless.. [JD]
And I wrote:
Pak Djatmiko mungkin mempunyai interes juga terhadap sejarah. Saja juga mengenang guru sejarah saya di sebuah SMA Bruderan, seorang Belanda keturunan Yahudi. Meneer Fisher (dulu kita manggil guru meneer dan mevrouw atau jumevrouw bagi yang belum kawin). Beliau mengajar Sejarah Indonesia dan Sejarah Dunia bagaikan mendongeng shingga pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang menarik bagi saya. Sejarah mempunyai makna dan ini adalah sesuatu yang menunjukkan manusia dan budayanya.Sejarah adalah salah satu aspek yang membedakan manusia dari mahluk-mahluk lainnya (Ernst Cassirer dalam bukunya “An essay on Man”.
Saya jadi mengaitkan hal-hal seperti ini dengan penggantian nama-nama para Yesuit untuk lingkungan-lingkungan di paroki kita pada tahun 2003. Sebelumnya gagasan itu dilemparkan pada awal tahun namun ditolak oleh beberapa orang termasuk saya yang waktu itu ketua wilayah FX periode 2000-2003. Namun begitu peralihan DP baru, nama-nama itu diganti dengan kode 1,2,3, dan 4 dan lenyaplah semua nama yang dulu oleh penggagasnya pasti direncanakan dengan baik (Pastor Soenar, SJ).
Barangkali sulit mengingat 26 nama lingkungan atau memang para pembuat keputusan mempunyai memori yang pendek. Saya tidak mengatakan bahwa para pembuat keputusan adalah orang-orang yang uncivilised (bisa dimusuhi habis-habisan), orang-orang yang diangkat sebagai DP periode 2003-2006 dengan para ketua wilayah yang baru semuanya menyetujui penggantian nama tsb. Waktu itu saya protest keras kepada ketua wilayah yang baru, yang menggantikan saya; oleh karena statementnya “Umat setuju”. saya katakan kapan kami diajak ngomong, kemudian anda mengatas namakan umat menyetujui penggantian nama itu. Saya tahu banyak diantara teman-teman saya yang sudah lama tinggal di paroki ini juga tidak setuju, namun silence lebih baik daripada repot-repot. Itu memang sudah berlalu, siapa tahu nanti ada DP atau pastornya mengembalikan ke nama-nama semula.
Mohon maaf Pak Djatmiko, karena saya tahu Bapak juga bagian dari yang terlibat mengganti nama-nama tersebut, karena saya tahu Bapak adalah Dewan Harian saat itu dengan pastor yang baru datang sebagai pimpinannya.
Salam,
hendra
sejarah menjadikan kita saat ini, pemimpin yang melupakan sejarah… mohon maaf bukanlah pemimpin sejati…
Santo Berardus dari Clairveux mengatakan :”Jika anda mau menjadi pemimpim yang melayani.Yang dibutuhkan bukan tongkat kekuasaan melainkan kain lenan d pinggang dan sebaskom air.”
Bernardus Hendrani
Tabik pak Hendra,
Kok postingku terhapus..oleh tuyul ya…?, mulai sekarang segan ah nulis atau ngsih saran selama masih begitu2 aja sikap oknum2 yang tidak bertanggung jawab…! semoga diampuni olehNya ..amin.
Leave your response!
Like It
Obituary
Jadwal Misa
Senin – Jumat
pukul 06.00 WIB
Jumat minggu pertama
pukul 18.00 WIB
Sabtu
pukul 17.30 WIB
Minggu
pukul 06.30, 08.30,17.30,20.00 WIB
Komentar Terbaru
Kalender
Trend
Facebook Page
Recent Posts
Most Commented
Archives
Switch to our mobile site
Powered by WordPress | Log in | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Arthemia theme by Michael Hutagalung